Keputusan Chelsea menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer baru mengejutkan banyak pihak. Namanya memang jarang disebut di level elite Premier League. Dibawah ini Anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik yang telah dirangkum oleh FOOTBALL EURO.

Namun, di balik layar, penunjukan ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun bertahun-tahun, bukan keputusan dadakan akibat situasi darurat semata. Chelsea memulai musim 2025/2026 dengan keyakinan penuh kepada Enzo Maresca.
Hasil positif berupa tiket Liga Champions dan gelar Piala Dunia Antarklub menjadi fondasi kuat. Namun, dinamika internal klub berubah cepat ketika pernyataan kontroversial “48 jam terburuk” menciptakan jarak antara Maresca dan manajemen.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Di tengah kebutuhan akan stabilitas baru, nama Rosenior muncul sebagai solusi yang dinilai aman dan sejalan. Bukan hanya karena kapasitas kepelatihannya, tetapi karena ia telah lama berada dalam lingkaran kepercayaan orang-orang penting di Stamford Bridge.
Jaringan Lama yang Menjadi Modal Utama
Hubungan Liam Rosenior dengan elite Chelsea sudah terbangun sejak lebih dari 15 tahun lalu. Saat masih bermain untuk Brighton, ia menjalin relasi profesional dengan Paul Winstanley dan Laurence Stewart, dua sosok yang kini berpengaruh besar dalam struktur manajemen The Blues.
Kedekatan itu berlanjut ketika Rosenior memulai karier kepelatihan. Sam Jewell, direktur perekrutan global Chelsea, pernah bekerja bersamanya di tim U-23 Brighton. Dari situ, Rosenior dikenal sebagai pelatih detail, komunikatif, dan terbuka terhadap data.
Ia juga memiliki relasi profesional dengan Stewart saat bekerja sebagai analis di Hull City. Hubungan jangka panjang ini membuat Chelsea tidak hanya menilai Rosenior dari CV, tetapi dari pemahaman mendalam terhadap karakter dan cara kerjanya sehari-hari.
Baca Juga: Kejujuran yang Berujung Pemecatan di Premier League
Rencana Jangka Menengah yang Dipercepat

Awalnya, Chelsea tidak berniat menunjuk Rosenior secepat ini. Ia diproyeksikan berkembang terlebih dahulu bersama Strasbourg, klub sister Chelsea di bawah naungan BlueCo. Musim 2025/2026 dirancang sebagai tahap pematangan sebelum loncatan besar.
Pada musim panas lalu, Rosenior bahkan terlibat dalam pertemuan strategis di Amerika Serikat bersama presiden Strasbourg, Marc Keller. Behdad Eghbali dan Todd Boehly juga rutin memantau langsung progresnya di Ligue 1.
Namun, situasi berubah drastis setelah konflik internal Chelsea memuncak. Klub membutuhkan sosok yang memahami filosofi, struktur, dan dinamika internal. Dalam kondisi itu, Rosenior menjadi kandidat paling siap meski awalnya dijadwalkan datang lebih lambat.
Filosofi Sepak Bola yang Sejalan
Salah satu alasan utama Chelsea memilih Rosenior adalah kesamaan filosofi bermain. Ia dikenal mengusung permainan berbasis penguasaan bola, build-up rapi, dan pressing terstruktur, nilai-nilai yang sejalan dengan arah klub beberapa musim terakhir.
Rosenior juga dinilai fleksibel secara taktik. Ia tidak kaku pada satu sistem, namun tetap memiliki prinsip dasar yang jelas. Hal ini dianggap penting untuk mengelola skuad muda Chelsea yang penuh talenta, tetapi membutuhkan arah yang konsisten.
Lebih dari itu, Chelsea melihat Rosenior sebagai pelatih modern yang siap berkolaborasi dengan struktur klub. Dalam era kepemilikan baru, kemampuan bekerja dalam sistem kolektif menjadi nilai krusial, bukan sekadar hasil jangka pendek.
Taruhan Berani dengan Dasar Kepercayaan
Penunjukan Liam Rosenior tetap merupakan taruhan besar. Pengalamannya di level tertinggi masih terbatas, dan tekanan di Stamford Bridge jauh lebih besar dibanding Strasbourg. Namun, Chelsea percaya bahwa fondasi relasi dan pemahaman bersama dapat memperkecil risiko.
Manajemen menilai stabilitas internal sama pentingnya dengan taktik di lapangan. Rosenior dianggap mampu menjaga komunikasi, meredam gejolak, dan menumbuhkan kepercayaan pemain di ruang ganti.
Kini, waktu akan menjadi penentu. Apakah keputusan berbasis relasi dan filosofi ini akan berbuah sukses, atau justru menjadi eksperimen mahal lainnya. Yang jelas, penunjukan Rosenior bukanlah kebetulan, melainkan puncak dari hubungan yang dibangun selama lebih dari satu dekade. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di football-euro.com.
